Meski Sindikat Pemalsu Akta Cerai Terbongkar, PA Harus Tetap WaspadaJakartal badilag.net (01/06)
Ditjen Badilag Mahkamah Agung memberikan perhatian serius terhadap beredarnya Akta Cerai palsu di sejumlah daerah, khususnya yang berada di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, yang meliputi kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut dan Kota Banjar. Meski sindikat pembuat Akta Cerai palsu di daerah ini telah terbongkar, Dirjen Badilag Wahyu Widiana berharap agar warga Peradilan Agama tetap waspada.
“Bila terdapat indikasi beredarnya Akta Cerai palsu, PA harus pro-aktif. Koordinasikan dengan PTA dan Ditjen Badilag. Bila perlu, buatlah laporan resmi kepada pihak kepolisian,” tandas Dirjen Badilag, di kantornya, Senin (31/5/2010). Menurut Dirjen Badilag, beredarnya Akta Cerai palsu sangat merugikan lembaga peradilan. “Tanda tangan aparat peradilan dipalsukan, blanko Akta Cerai dipalsukan, dan putusan serta penetapan PA dipalsukan. Karenanya harus diusut tuntas,” tegasnya. Pada 19 Mei 2010, tiga anggota sindikat pemalsu Akta Cerai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ciamis. Mereka adalah Ade Mamat (45), Budi Supriadi (39) dan Endin Sutara (67). Ketiganya terbukti melanggar Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan. Mereka dihukum masing-masing 4 bulan penjara. “Terbongkarnya kasus ini berkat laporan warga yang merasa dirugikan secara langsung oleh sindikat tersebut,” ujar hakim dan pejabat humas PA Ciamis, Drs. Anang Permana, SH, MH, di kantornya, Kamis (27/5/2010). |
|
Selengkapnya...
|
|
Prosedur Bantuan Hukum akan Dipermudah Jakarta l badilag.net (14/6) Ditjen Badilag terus mematangkan draft Pedoman Bantuan Hukum di lingkungan peradilan Agama. Diharapkan, selain rinci dan aplikatif, pedoman tersebut juga betul-betul membawa kemanfaatan bagi masyarakat pencari keadilan.
“Pada prinsipnya, kami ingin agar segenap lapisan masyarakat mendapatkan bantuan hukum sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Peradilan Agama dan Inpres Nomor 3 Tahun 2010,” kata Dirjen Badilag, Wahyu Widana, pekan kemarin. Draft Pedoman Bantuan Hukum ini tidak hanya mengatur tata cara berperkara secara prodeo, tetapi juga merinci mekanisme sidang keliling dan pos bantuan hukum di pengadilan. Di samping itu, pedoman ini juga mengatur beberapa aspek penting yang berkaitan dengan bantuan hukum. Sejauh ini, draft tersebut telah dibahas dalam beberapa pertemuan. Pekan kemarin, tiga kali draft ini dikupas. Yang pertama ialah ketika Ditjen Badilag mengadakan rapat koordinasi dengan pimpinan PTA/MsyP. Rapat koordinasi tersebut dihadiri pula Ketua Muda Uldilag MA, Andi Syamsu Alam. Pembahasan berikutnya melibatkan perwakilan Ditjen Badilum, Bappenas dan AIJPT (Indonesia Australia Justice Program-Transition). Lalu, tim internal Badilag mengupasnya kembali, dengan penekanan pada dua aspek penting: teknis yustisial dan anggaran. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
SENAM DI PENGADILAN AGAMA MIMIKA TIMIKA | PA-MIMIKA.NET (9/4/2010)  Foto bersama setelah melaksanakan kegiatan Senam |
|
|
BERITA DUKA CITA TIMIKA | PA.MIMIKA.NET (12/4/2010) Kami keluarga besar Pengadilan Agama Mimika menyampaikan belasungkawa dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Kerahmatullah Ibu Hj. Nuraini binti Palloe (Ibu Mertua dari Bapak Drs. Saifuddin, M.H. (Ketua Pengadilan Agama Mimika)), pada hari Senin, tanggal 12 April 2010 pukul 04.30 Wita, di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Teriring Doa semoga Almarhumah mendapat Maghfirah dan tempat yang layak disisi Allah SWT dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan iman dalam menghadapinya. Amin Ya Rabbal 'Alamin..
|
|
Dirjen Badilag: Jangan Loyo Publikasikan Putusan Bandung l badilag.net (3/6) Dirjen Badilag Wahyu Widiana menyayangkan mengendornya semangat aparat peradilan agama dalam melakukan publikasi putusan di website. Berdasarkan data mutakhir, pada tahun 2009 kemarin perbandingan antara perkara yang diputus di tingkat PTA dengan putusan yang dipublikasikan sangat jauh. “Startnya bagus dengan melaunching publikasi putusan di situs Asianlii. Tidak tanggung-tanggung, yang melaunching adalah Ketua MA, di mana yang dipublikasi adalah putusan PTA. Namun dalam perjalanannya saya kecewa,” ujar Dirjen Badilag, ketika membuka kegiatan Anonimisasi Putusan Banding, di Bandung, Rabu (2/6/2010). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 6 dari 38 |